SAPI CELENGANKU, PACAR KENANGANKU
Assalamu'alaikum wr wb teman - teman aku Edi.
Disini ada yang pernah pelihara sapi? Atau minimal lihat sapi?
Ga mungkin nggak, kecuali kamu hidup di apartemen lantai 50 yang liftnya rusak.
Di tempatku, sapi itu ibarat celengan hidup. Kenapa? Soalnya kalau udah mati... berubah nama, jadi kalengan.
Enaknya pelihara sapi... dia cuma makan rumput. Nggak kayak manusia, yang kadang makannya hak orang.."
Kalau sapi makan rumput orang, besok rumputnya tumbuh lagi. Kalau manusia makan hak orang, yang ada orangnya nggak tumbuh lagi—alias mati kelaparan!"
Hak itu penting, Kayak hak pacar, misalnya,, kamu yang pacaran dia yang tunangan, dia yang tunangan, tetanggamu yang nikahan. Hak kamu mana???
Sapi ini beneran celengan hidup. Butuh uang? Jual sapi. Anak sekolah? Jual sapi. Sunatan? Jual sapi. Nikah? Jual sapi. Sampai aku mikir... ini bukan sekedar celengan hidup tapi ATM berjalan.
Kebayang ga pas buka dompet ambil ATM, mukamu diseruduk, karena itu bukan ATMmu,tapi ATM tetanggamu yang baru aja nikahan.
Sapi juga bisa bantu ibadah qurban. Kalau nggak punya sapi? Ya paling qurban perasaan... ngelihat tetangga potong sapi, kita cuma potong harapan. Sambil pura-pura kenyang karena ga kebagian daging qurban. Itu sangat menyakitkan.
Yang lebih enak melihara sapi adalah
Sapi itu setia dikasih makan rumput aja udah diam. Coba kalau melihara pacar... Dikasih makan, kurang, dikasih duit, kesedikit-an, dikasih cincin, keringanan, dikasih hati, jantungan!. Mending dikasih rumput aja..eee diam juga. Dasar pacar ke sapi - sapian.
sapi memang suka nendang, tapi masih jadi rendang.coba kalau pacar??
Pacar suka nendang, kamu jadi rendang.bukan jadi kenangan, tapi jadi lauk restoran padang.
Terakhir ya teman - teman..
Mending melihara sapi,lebih menyenangkan karena menghasilkan cuan.
Daripada Melihara pacar ngabisin cuan juta-an akhirnya jadi mantan!
Kalau punya sapi, pertahankan
Kalau punya pacar, jangan kayak sapi.
Masa punya pacar makan rumput???
Emang udah ga doyan rendang?.
Selamat membaca teman - teman, cukup dari aku terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr wb
Komentar
Posting Komentar